Seringkali kita mendengar pertanyaan dari mereka yang meragukan keilahian Kristus dan kematianNya? Bagaimana mungkin manusia menjadi Allah? Kalau memang Allah kenapa bisa mati? Bukankah Allah pasti tidak mungkin mati? Maka mendengar pertanyaan-pertanyaan serupa demikian, banyak dari kita yang mulai mempertanyakan, benarkah iman yang kita pegang? Bahkan mungkin ada yang goncang iman dan mulai meragukan kesejatian Kristus sebagai Allah yang sejati. Dan bukankah kita juga banyak melihat mereka yang meninggalkan iman kepada Kristus dengan begitu mudah? hanya karena materi? Bagaimana dengan kita? Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan di atas ada segi positifnya bagi kita. Selama ini mungkin kita beriman kepada Kristus hanya karena dari kecil memang kita dididik demikian, karena orang tua kita memiliki iman yang sama. Dari kecil kita ikut ibadah sekolah minggu, persekutuan remaja, aktif di persekutuan pemuda, jadi aktivis di gereja,.. bahkan jadi majelis di gereja tempat kita aktif beribadah...